Tampilkan postingan dengan label Diary Mini 2008. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Diary Mini 2008. Tampilkan semua postingan

Selasa, 30 Juni 2015

My 36th Song -Bukankah

Bukankah
Oleh : Mei

Saat tak ada apapun yang bisa menyibukkanmu
Dan kau termangu
Luangnya waktu serasa mencekik dan sisakan
Sesak dalam hatimu

Kau bisa manjakan diri, nikmati desau angin
Rasakan tetes hujan yang meluruh basahi bumi dan diri

Lebih baik lagi bila kau melangkah dan membaur
Bersama kawanmu
Tak ada salahnya bagimu untuk berbagi
Kisah suka dukamu

Bukankah kan berkurang, beban, duka, dan penat
Bila kau tak lagi sendiri dalam lewati hari-harimu.

Jumat, 21 Oktober 2011

closing of Diary Mini 2008

Alhamdulillah... sudah selesailah tulisanku di diary mini 2008. sebenarnya masih ada lanjutannya. tapi sudah tidak kutulis di diary mini lagi. melainkan di diary Dee.. diary teddy bear-ku. he.he..
jadi begitulah. ada banyak catatan yang kubuat di diary mini 2008 ya?. hmm..gak bisa banyak kata lagi nih.
sudah dulu deh. semoga di lain tulisan, aku bisa lebih keratif lagi. amin.

Puisi - "Duka di langit Yanti"

28 Mei 2009...

Langit cerah berduka.
Seorang kawan baikku tinggalkan dunia.
Pupus bersama cita-citanya yang tinggi bak menara.
Hingga hanya menyisakan sebentuk raga tak bernyawa.
Nuryanti,,
namanya...

Teringat dulu sekali saat kita masih bersama
Kau tergelak dalam tawa dan canda
Terkadang pula kau hanya tersenyum tanpa suara
Ramah pribadimu hangatkan suasana
Kau,, seorang yang kusayang dan begitu menyayangi kawan lainnya...

Nuryanti,, hari itu langit berduka
Namun tak ada mendung ataupun awan gulita
Bahkan mentari tetap semangat bercahaya
dan angin semilir terus berkelana
tapi mereka mengantarkanmu ke tempat istirahatmu yang lama.

Yanti,,
tak ada tangisan yang bisa kukeluarkan
bukan karena aku tak merasakan kesedihan itu
melainkan karena aku tak tahu bagaimana caranya mengeluarkan air mata
dengan semua kesedihan yang terlalu pekat ini
Tapi tetap, kulantunkan doa untukmu,
semoga kemana pun adanya,,
Kau tetap bahagia...

       (in memoriam of Nuryanti, seorang el-Kimdi)

Gundah milikmu

Ahad, 15 Maret 2009

Kala itu langit teduh.
Awan kelabu sembunyikan surya dari wajah alam.
mengiringi senja yang akan segera tiba.

Perlahan titik-titik air turun ke bumi. Tak cukup deras untuk membuat bising telinga. Kala itu pula kubaca surat darinya. Sahabatku sayang...

Ada kegalauan yang kubaca dari gurat-gurat tulisan dalam kertas di tanganku. Ada rasa pedih yang terpendam selama beberapa waktu lalu dan menunggu seseorang / sesuatu untuk meledakkannya. Dan akhirnya,,, melalui lima lembar kertas di tanganku ini, rasa itu bisa tersampaikan. Tinggallah aku yang kebingungan...

Kau,, Seorang sahabat yang penuh pengertian. Tak kutemui orang lain yang mau bersusah payah untuk senyuman temannya, selain dirimu.
Kau,, sahabat seperjuanganku di Jakarta dalam meniti ilmu yang tersebar dalam kehidupan.
Kau,, yang begitu menghangatkan hati.
Kau,, sahabatku yang (semoga) selalu dikasihi Yang Maha Pemberi..
Amin.

Hidup adalah proses untuk menjadi yang ter / lebih baik. Untuk itu terkadang dibutuhkan perubahan-perubahan (baik disukai atau tidak). Dan itulah  yang telah terjadi pada kita, dan di antara kita.

Banyak hal yang telah merubahku. Kuakui itu. Tapi yang begitu meresahkanku adalah adanya rasa canggung antara kita. Adakah itu perubahan yang telah membuatnya?

Sobat,,, dalam kesempatan lain kau tanyakan padaku.
"Apakah dicintai itu salah?"
Aku bingung. Tapi kujawab juga, "Tak salah"
Lalu kau bertanya lagi,
"Apakah mencintai itu salah?"
Masih kebingungan kujawab, "tidak"
Kemudian mengalirlah cerita tentang cinta dari mulutmu. Matamu pun begitu ringan mengalirkan air mata. Aku turut merasakan yang kau rasakan. Saat itu kusadari kau tlah jatuh hati pada seseorang yang sangat kau kenal dan juga mengenalmu. Aku pun, kau bilang tahu siapa pria yang tengah menyemikan bunga-bunga cinta di hatimu kini. Ialah Dia.. Seorang yang sangat dekat dengan pemilik cinta pertamamu dulu...

Aku kaget. Kau menangis. Aku bingung mesti bersikap apa. Kau meminta maaf padaku karena telah mengingkari ucapanmu sendiri untuk "berpacaran setelah menkah". Ucapan yang sudah lama sekali kau katakan padaku dan kuiyakan juga untukku.
Aku sedih. Juga kecewa. Namun aku tak ingin marah padamu. Karena kutahu kau telah cukup tersiksa merengkuh rasa itu.
Kau menangis. Aku ikut menangis. Kutenangkan hatiku, dan kucoba menenangkanmu. Dengan lembut kukatakan, tak ada yang mesti dipersalahkan. Dan tak ada kata maaf yang harus terucapkan.
Aku mencoba ikhlas menerima keputusanmu. Mungkin memang cinta itu begitu kuatnya dan sulit bagimu mengelaknya.
Hanya Allah yang tahu ke mana akhirnya perasaanmu akan berlabuh. dan aku hanya seorang yang siap di sisimu saat kau lelah meniti cintamu.
Hingga saat ini, Kau masih dengannya. Dengan dia, "pacarmu".

Sobat,,
Memang kurasa ada banyak hal yang telah berubah. Dirimu, Diriku,, dan mungkin juga persahabatan kita. Kau asyik dalam kediamanmu. Aku pun asyik dengan sifatku yang baru. Kita jarang lagi bercengkerama. Sekedar membagi rasa yang menjerat jiwa. Padahal sudah cukup lama kita tinggal di bawah atap yang sama!.
Aku sedih dengan keadaan kita saat ini. Dan mungkin kau juga merasakan apa yang kurasakan ini. Seringkali ku ingin meloncati waktu ke masa lalu. (andai aku bisa) kembali ke saat kita masih jernih memandang dunia. Bahagianya kurasa saat itu.
Tapi tidak,,,
Aku sadar. Ini adalah satu proses untuk kita menuju akhir yang kita harapkan. Dan saat ini telah terjadi perubahan itu. Perubahan yang kita harapakan dapat mengantarkan kita menjadi manusia yang lebih baik. Setidaknya cukup baik di hadapan-Nya, nanti...
Apa pun yang saat ini terjadi dan segala yang ada di hadapan kita nanti, yang kuharap adalah kita tetap bersahabat. Tak mengapa bila bibir kita terkunci rapat. Asalkan hati kita masih tersimpul erat dalam bingkai indah persahabatan.

Puisi - "Kita"

Jumat, 13 Maret 2009

Puisi Oleh ALA

Q lihat bayangan
 di tengah derasnya hujan.

Q lihat senyuman
dan lambaian tangan.
jangan sembunyi lagi, Kawan!
Karena kutahu itu Kau..

Biarkan langit kelabu,
atau angin kencang menderu.
Biarkan basah dan dingin.

Qta lewati badai ini bersama
dengan cita dan cinta.

                               

My 6th Song - "Jika-Maka"

Jumat ceria lagi di 06 Maret 2009

hahay... satu lagu lagi yang kuciptakan dalam suasana yang cukup aneh.
jadi ceritanya, aku lagi jalan-jalan di depan auditorium Syahid, tahu-tahu lihat ada pasangan laki-laki sama perempuan yang lagi pada berantem. eh,, muncul deh lagu ini di benakku dan langsung saja kunyanyikan. ha.ha. ini dia   :

             "Jika- Maka"

Lelah diri ini, kucoba tuk pergi
Sgala yang terjadi antara kita berdua
tak lagi kumampu meraba hatimu
Kau tlah jauh berubah...
         
         Jika memang harus pisah
         Maka tak ada yang harus mengalah
         Jika memang engkau marah
         maafkanlah aku, sahabatku
aku tak pernah membencimu, sahabat
Sungguh kan slalu sayangimu....ho..


aneh??? ha.ha.. aku ngaku kok kalau aku memang orang yang aneh. tapi lebih aneh mana coba, orang yang ngaku dirinya aneh atau orang yang mau berteman sama orang yang aneh??? hi.hi.. Dan berikut ini adalah piku not-not nada untuk lagu ke 06-ku..


My 5th Song - "Buah Hatiku"

Jumat ceria, di 26 Februari 2009

                     "Buah Hatiku"
Oleh : Mei

Kerlip cahaya bintang di langit biru kelam
dan malam berjuta bintang
Angin berkisik, sejukkan hati yang merindu
oh dawai cinta menderu

        Samar bayangan masa kecil
        Mengajak bermainan seru
       Kupeluk lembut cinta kecilku
       Dan tak kuasa kugapai semua

Harapan indah itu, slalu ada di hati
tak pernah sekalipun kuingkari
Dan slalu ingat itu, oh bahagia di hatiku
tentangmu, buah hatiku...

Lagu ini diadaptasi dari lingkungan kos yang sepi. Saat aku lagi kangen-kangennya sama emak, bapak dan herdi. yah,, meskipun lagunya terkesan dinyanyikan sama seorang ibu terhadap anaknya, tapi lagu ini cukup mewakili rasa kangenku ke keluargaku yang ada di Jati.
Dan berikut ini adalah piku not-not nada untuk lagu ke 05-ku..


My 4th Song - "Tak Sempat"

Senin, di 23 Februari 2009
  lagu ini, terlantun begitu saja di bibirku. ada latar ceritanya memang. tapi aku tak bisa mengatakannya di sini, Kawan! maaf. jadi,, nikmati saja ya syair lagunya. ini dia...

                                "Tak Sempat"
Oleh : Mei
Aku tak sempat melihatmu
Aku tak sempat menatap matamu
Sungguh ku rindu kepadamu
Andai saja kau tahu...

        Aku tak sempat menyapamu
        Aku tak sempat berbincang denganmu
        Tapi biarlah ku tak apa
        karena kau selalu di hatiku.

hm...satu komentar tambahan dariku, lagu ini adalah lagu yang paling melow yang pernah kuciptakan.
Dan berikut ini adalah piku not-not nada untuk lagu ke 04-ku..


Kamis, 20 Oktober 2011

My 3rd Song - "Aku Masih Di Sini"

at Noon, 12 Januari 2009

Lagu ketiga ini kubuat kala aku tengah menghadapi UAS-ku di semester satu di masa kuliahku. Lagu ini tercipta secara spontan dan hanya membutuhkan waktu , 15 menit (baik syair maupun liriknya).
Lagu yang menceritakan tentang persahabatan. Rasa haru yang kurasakan dari kebersamaan selama 5 bulan bersama Rie, T' Alif, T' Riana dan T' Susan di tempat kos Ciputat, menjadi pendukung dalam terciptanya lagu ini.
Pagi yang cerah dengan cericit burung kecil di atas genting dan pepohonan, menjadi ritme musik yang kurasa t'lah disediakan alam untukku.
Maka dengan bahagianya aku bernyanyi!
Meski awalnya hanya asal nada, namun pada akhirnya aku berhasil menciptakan laguku yang ketiga ini.
Ini dia,,,
            "Aku Masih Di Sini"
Oleh : Mei
Bila pagi datang
dan tunjukkan hari yang terang
meski saatnya ku kan pergi
engkau di sini

Diam kusendiri
ditemani hari yang sepi
melihatmu masih menangis
aku bersedih
          oh sahabat,, janganlah kau terus berduka,
          tersenyumlah...
          aku masih ada di sini

Masih ada waktu untuk kita
berdua tuk bersama, jalani masa indah kita
meski nanti aku akan jauh darimu
tapi yakinlah,
hatiku slalu di dekatmu,
temani hari-harimu...

Dan berikut ini adalah piku not-not nada untuk lagu ke 03-ku..


                                                      

My 2nd Song - "Aku dan Kesepianku"

13 Februari 2009

Dee... Lagu ke duaku ini dibuat dengan latar belakang yang sama seperti lagu pertamaku, 'arti hadirmu'. yaitu berkenaan dengan tugas seni musik di SMA kelas 2. namun lagu ini adalah untuk Ratna, seorang sahabatku juga. saat itu ia menyodorkan kepadaku syair-syair yang berima dan memintaku untuk membuatkan liriknya. dan yah,,, ini dia lagu kami ;

"Aku dan Kesepianku"
Oleh : Mei
Kularut dalam kesepian
Tiada arah dan tujuan
Menanti akan kejujuran
Yang tak pernah pasti kan datang
        Seakan waktu, berhenti berputar
        Seakan semua mimpiku pudar
        Saat kusadar, kau telah jauh
        Tinggalkan hatiku yang rapuh
Semua ini takkan kembali lagi
Semua ini takkan terulang lagi
Hanya pintaku satu yang pasti
Jangan tinggalkan aku sendiri

Dan berikut ini adalah piku not-not nada untuk lagu ke 02-ku..


                                          

Selasa, 18 Oktober 2011

My 1st (First) Song



Rabu, di 21 Januari 2009
“Arti Hadirmu”
Lagu ini kubuat untuk memenuhi tugas pelajaran seni musik di SMA-ku. Tepatnya kelas 2 semester gasal.
Saat itu guru musikku, Pak Syamsul, menugaskan kami untuk menciptakan/mengaransemen sebuah lagu untuk kemudian kami rekam bersama satu kelompok kami. Saat itu aku sekelompok dengan Nita, Mar, Ela, Neng, Yanti, Arif dan Cecep.
Lagu ini tercipta bermula dari kubaca sebuah puisi yang dituliskan Rie untukku saat MTs dulu. Jadilah akhirnya kubuatkan nada untuk syair-syairnya itu, tanpa mengubah sedikitpun syairnya. Yah,, mungkin memang ada tambahan syair di bagian akhirnya. Tapi secara keseluruhan, lagu yang kubuat ini memang kugubah dari puisi Rie.
Nada dasar lagu ini mengikuti nada dasar suaraku. “G”. Menurut teman-teman sih laguku enak di dengar. Ah,, entahlah.. aku tak terlalu memusingkannya. Aku hanya ingin mengungkapkan apa yang Rie dan aku juga rasakan dalam puisi itu.
Perasaanku. Perasaannya.. perasaan kami berdua dalam bersahabat. Begitu indah!
Ini dia :
                                                “Arti Hadirmu”
Terbayang dalam imaji
Yang mungkin takkan kau pahami
Usahlah kau hirau semua
Biarlah semua adanya
          Tenggelam ku dalam mimpi
          Mencari sahabat sejati
          Dan kini kutemukanmu
          Kuyakin kau lah takdirku
Kau halau semua batas itu
Cairkan beku di hati
Alirkan semua rahasia
Melebur dalam suasana
Melebur dalam suasana...
          Tak usah kau cari makna hadirnya diriku
          Aku di sini untukmu
          Mungkin saja beri arti cinta padamu, Sobat
          Aku di sini untukmu.
Bagus? Itu terserah tanggapanmu, Kawan!
                                                                             ...Ly Oz...

Teki-2 (Teka-Teki ke 2)/Part 1




16 Januari 2009

     Sekejap aku terbangun. Akhiri mimpi rancu yang menghiasi tidurku. Namun aku tetap bertahan dengan keadaanku. Tak kucoba nyalakan lampu 10 watt yang biasanya menerangi kamar ini. Karena aku takut mengusik Rie dan T Alif yang begitu lelap tertidur. Kedua orang yang sudah menemaniku selama lima bulan di Jakarta ini kurasa masih ngantuk karena mereka terlalu larut tidur semalam.
           Dalam gelap kuambil tas yang kugantungkan di sisi almari. Pelan kubuka pintu. Kutaruh tasku di sofa ruang tamu. Sebentar kuambil wudlu dan lalu duduk di sofa. Setelah sebelumnya kunyalakan lampu metalik yang ada di ruang tamu. Menit-menit berikutnya aku khusyu’ dalam materi-materi fisika yang sekiranya akan muncul di UAS jam 9 nanti.
          Tik-tak-tik-tak-tik-tak
      Jam terus berdetak dalam keheningan pagi yang kurasa mencekam. Semampuku kuserap ilmu-ilmu yang kudapat dari diklat fisika-ku. Ah,, sulit! Tapi aku terus membacanya.
       Shubuh datang ditandai dengan adzan-adzan yang berkumandang merdu dan saling bersusulan. Sejenak kurehatkan diriku dalam keindahan shalat shubuh pagi itu.
Usai shalat, kembali kulanjutkan hafalanku. Efek Doppler, asas Bernoulli, Kontinuitas dan istilah-istilah lain kupaksakan masuk ke otakku. Dan begitu kepalaku terasa penat, kuputuskan untuk rehat sejenak dan mengalihkan diri untuk merapihkan kertas-kertas file.
   Woopz! Ada panggilan masuk ke HP-ku. Kuangkat,
“Assalamu’alaikum!”, sapaku
Suara bas seraklah yang kudengar menjawab salamku.
“wa’alaikumsalam warahmatullah...”
Aku agak kaget. bukan suara bass yang kukenal. ragu-ragu kutanya identitasnya.
“maaf, ini siapa ya?”
Bukan jawaban yang kudapat. Tapi malah pertanyaan.
“ini meli ya? Meli anak Tangerang?”
Aku bimbang menjawab.
“i..iya. ini siapa ya?”
“Evan”
      Evan. Nama yang asing di telingaku. Selanjutnya kutanyakan asalnya dan darimana ia mendapat nomor teleponku. Ia mengaku mendapatkan nomorku dari kawannya yang kuliah di UIN. ‘siapa?’ sayangnya ia tak mau memberi tahu namanya.
     Detik-detik berikutnya aku terjebak dalam pembicaraan seputar perkenalan. Evan mengaku tinggal di Cengkareng dan bekerja di sebuah perusahaan ‘Mitsubishi’ sebagai Cleaning service. Dan seterusnya..dan seterusnya...
      16 menit kami berbincang-bincang. Kuakhiri pembicaraan kami dengan dalih aku ada  kuliah pagi. Lalu terputus.
    Evan. Cleaning service. Teman seorang anak UIN. Dan kemudian kuketahui fakta sesungguhnya kalau ia bukanlah seorang Cleaning service, karena logat bicaranya bukan seperti pegawai rendah dan akhirnya ia mengakui kalau ia adalah staff komputer di kantor Mitsubishi itu. hm...
      Kuanggap ini teka-teki baru untukku. Sejujurnya aku tak sepenuhnya percaya dengan apa yang dikatakan oleh pria yang entah siapa dan orang mana ini.
Ini adalah teka-teki keduaku setelah kelas 2 SMA dulu, Jo yang menjadi jawaban teka-teki pertamaku.
     Lihat saja, angin kan terus berhembus hingga akhirnya mengantarkanku pada sebuah jawaban atas kenyataan tentang identitas seorang ‘Evan’.

Uhf,,, UAS masih ada di hadapan!
                                                                                      ...Ly Oz...

doa sang pecinta


Selasa pagi, 13 Januari 2009

Ini adalah salah satu doa yang dilantunkan sang pecinta tentang cintanya.
“Rabbi..
Aku tak pernah meminta untuk mencintai. Namun ternyata kini aku berkubang di dalamnya. Seperti gadis-gadis lainnya, aku kebingungan karena jatuh cinta. Sampai-sampai aku menangis dibuatnya.
Ya!
Aku menangis karena cinta.
Sekaligus juga tersenyum karena cinta.
Aku bahagia bisa mencintainya. Tapi aku takut...
Aku takut cinta ini akan melebihi ketaatanku kepada Pemilik segala cinta. Kepada-Mu..
Aku takut Engkau cemburu. Dan Engkau marah pada orang yang kukasihi.
Rabbi..
Bukan salahnya bila aku begini. Mungkin hati inilah yang begitu lemahnya dalam menerima cinta.
Rabbi..
Kumohon dengan kerendahan hatiku, jangan murkai ia. Karena aku takkan sanggup melihatnya menderita. Juga kumohon jangan juga Kau murkai aku. Karena aku takkan mampu menerima murka-Mu.
Rabbi..
Malah ingin kumohon pada-Mu. Mohon kasihi ia lebih dari yang ia dapatkan selama ini. Cukupkan baginya kebahagiaan agar aku tak merasa harus membagi sedikit kebahagiaan yang kumiliki. Kumohon...
Kumohon kepada-Mu, Ya Malikul Mulki...”
                                                                                                ...Ly Oz...

Surat untuk Sahabat




7 Januari 2009
Tuk seorang sahabat yang tak pernah lelah meraih cita,,
Idzinkanlah diri ini tuk mengetuk pintu hatimu dan menitipkan lima petuah berharga di dalamnya. Tak mesti selalu diingat. Hanya sekedarnya dapat kau renungkan kala hatimu tengah gundah gulana.
Pertama, Cintai Allah dan Rasul-Nya. Karena segala apa yang ada di hadapan kita adalah bentuk cinta-Nya kepada kita.

Kedua, Buatlah Dia Mencintai-mu dan buatlah rasul-Nya kagum padamu. Dengan begitu alam pun turut menyenangimu.

Ketiga, sayangilah orang-orang yang mengasihi-Nya dan Dikasihi-Nya. Maka akan sama halnya bagimu mangasihi dirimu sendiri.

Keempat, Pergunakanlah waktumu dengan hal-hal yang disenangi-Nya. Agar tiada lagi penyesalan dan kesia-siaan pada akhirnya.

Dan yang terakhir adalah :
Bila hari ini kau dapati banyak senyuman di sekitarmu, maka tersenyumlah lebih manis dari semuanya itu.
Namun bila harimu tak semanis yang kau harapkan, janganlah bersedih. Yakinlah bahwa setelahnya ada bahagia yang menunggumu.

Dan ingatlah,
“Rencana Allah itu indah pada waktunya”
                                                                                                ...Ly Oz...

Sabtu, 15 Oktober 2011

Sebuah Cerita tentang "Ketulusan Cinta"

01 Januari 2009
sebuah cerita...
         Suatu kali aku sedang menangis di bawah pohon teduh. Aku menangis karena orang yang sangat kusayangi tiada. Aku menangis sambil meratap. Lamaa sekali.
         Saat mataku sudah merah dan pelupuk mataku membengkak, datanglah seorang Pak Tua mendekatiku. Ia berkata,,
     "Wahai makhluk nan elok, hal apakah kiranya yang telah membuat wajahmu begitu murung?"
Aku menjawab,,
     "Pria yang kucintai kini telah tiada. Aku begitu sedih tak terkira"
Ia kembali bertanya,,
     "Kau sungguh mencintainya?"
Aku agak gusar dengan pertanyaannya itu.
     "Tentu saja, Pak Tua! Tidakkah kau lihat wajahku kini membengkak karena menangis terlalu lama?"
     "Ah,, Maaf jika kau menjadi gusar. Tapi aku ingin tahu, kau menangis karena 'kepergiannya' ataukah karena 'kehilangannya'? Jika memang karena kepergiannya, maka tak ada keraguan bagiku atas ketulusan cintamu padanya. Tapi jika kehilanganlah yang membuatmu seperti ini, maka harus kau tanyakan kembali kepada hatimu, 'tulus'-kah cintamu? atau malah ego-mu yang berkuasa?"
          Aku tertegun mendengar ucapan Pak Tua itu. Tak lama kemudian Pak Tua itu pergi. Menninggalkanku yang merasa begitu malu. Malu pada Pak Tua itu. Malu pada diriku sendiri. Dan malu kepada cinta yang kumiliki bersama kekasihku selama ini.

  "Cinta-kah aku? atau hanya sekedar ego?"
ah...aku bingung.
                                                                                                                                   ....Ly Oz....

5 Sekawan SMANEMA

29 Desember 2008

Ini adalah sedikit cerita tentang lima sekawan. Remaja yang mencari makna persahabatan dengan ketulusan. Laila, Marsha, Hilmi, Ajriah dan Lia.
       Laila.
Dengan kebijakannya dan segala keriangannya, ia menjadi tim penyuara dalam kumpulan persahabatan ini. Sensitif, perasa, tapi juga terkadang begitu acuh dengan lingkungannya.
       Marsha.
Ia adalah yang paling disayangi dalam kawanan ini. Ia tak banyak bicara. Tapi sering tergelak dalam tawa bila Laila mengajak bercanda. Kepadanya, orang-orang lebih bisa terbuka.
       Hilmi.
Bersama Laila, kawanan ini menjadi tim yang tak membosankan. Karena pasti selalu ada hal-hal lucu dari mereka yang mengundang tawa. Ia paling supel di antara keempat kawannya. Namun begitu, ia mudah tersipu dengan sanjungan.
       Ajriah.
Nama yang indah secantik parasnya. Bulat oval dengan mata berbinar cemerlang. Ajriah memiliki ego yang cukup tinggi. Mengingat asal keluarganya yang cukup mapan (paling mapan di antara kawan-kawannya). Ia tipe orang yang sulit untuk dekat dengan orang lain. Tapi bila sudah akrab, seperti pada Laila dan Hilmi, Ajriah seperti orang yang jauh berbeda.

Kawanan terakhir adalah Lia.
Gadis sederhana berparas sederhana dan berasal dari keluarga sederhana. Di antara kawan-kawannya Lia diakui sebagai yang paling diandalkan dalam pelajaran. Bukan seorang bookaholic. Tapi ia juga tak terlalu pandai dalam pergaulan. Kawan-kawannya memang sedikit. Tapi yang sedikit itu menjadi begitu berharga dan dijaganya.
                                                                                                                             ...Ly Oz...

puisi "Ajari Aku Tersenyum"

                                "Ajari Aku Tersenyum"

@jari aku tersenyum. Karena kulihat kau begitu mudah tuk tersenyum. Mengapa bagiku senyuman begitu sulitnya ; hingga menimbulkan sesak di hati?

@jari aku tersenyum. Agar dunia dapat melihatku. Dan dapat kukatakan pada semesta bahwa aku bahagia. Bahagia dengan seutuhnya !

@jari aku tersenyum. Karena kuingin mengenalkan senyumku pada orang di sekelilingku. Ingin kuhapus kesedihan langit dan seisinya dengan senyumanku.

@jari aku tersenyum. Dan selalu akan kuperuntukkan senyumanku untukmu. Agar kau pun tersenyum karenanya.

@jari aku tersenyum. Hingga aku lupa pada kesedihanku. Hingga tangis pilu yang ada tak lagi kuratapi. Sehingga hanya senyuman yang tersisa nantinya.

@jari aku tersenyum.
@jari aku tersenyum..
@jari aku tersenyum...

     @gar aku bisa tersenyum, seindah senyumanmu...

                                                                     

Puisi "Hujan"

17 Nopember 2008

Seorang gadis di tengah kota metropolitan,
Dalam sebuah kamar pinjaman, Di tengah guyuran deras air hujan,,,


                                      "Hujan"
-Hujan tak jua reda
^Dan ku mulai rindu
^Pada yang kutinggalkan di hari ini
-Satu persatu kenangan membuncah di dada
^Kenangan yang berbaur dengan hujan
^Yang hampir tenggelam oleh malam

-Kutahu, aku tak mungkin hidup
hanya dengan kenangan-kenangan yang kumiliki
Tapi...

^Hujan bertambah deras
Lalu bagaimana kenangan itu akan berhenti berputar?
Kuasakah aku melenyapkannya?

-Oh hujan,,, aku kehilangan arah...

                                             Ditulis oleh  :  Mei - Rie

Bintang dari ALA

27 Desember 2008

          "Bintang dan Sahabat-ku"
Saat bintang berkerlip pelan,
Kulihat sahabatku sedang tersenyum

Saat awan perlahan menutup cahayanya,
Samar.. bayangan samar sahabatku itu hilang,,

Namun aku tahu,
dia...
Sahabat-ku itu tetap di sana
Tetap tersenyum...
Karena dia begitu menyadari
Setiap senyum yang dia beri adalah
Kebahagiaan bagiku.

Bintang dan sahabatku
adalah dua hal yang berbeda
Namun ada sisi yang menyamakan mereka :
        Berkerlip dan bercahaya...

Bintang adalah sahabat-ku
Dan sahabatku adalah seperti bintang,
Menerangi di malam yang kelam...

                            From    :      ALA

Prakata Diary Mini

sabtu malam, 15 Oktober 2011 aku dikejutkan oleh 'otak'-ku yang menyuruh seluruh inderaku untuk melakukan hal aneh (lagi). kenapa kubilang aneh?
karena menurutku, cukup aneh bagiku untuk tiba-tiba saja merasa 'ingin' menulis dan mem-pos-kan diary miniku. ya..diary mini yang kubuat sendiri di pertengahan akhir tahun 2008.
diary mini ini terbuat dari lembaran kertas putih HVS yang kuperkecil menjadi seperempat ukuran awalnya dan kubundel dengan tali plastik di bagian atasnya. sederhana sekali, bukan?
jadi, begitulah..mungkin untuk beberapa postingan berikutnya adalah bagian dari catatan harian di diary miniku. semoga saja, ada hal baik dari postingan ini.
semoga...